Spirit 212

Pekan lalu saya mengikuti #AksiSuperDamai212 melalui live streaming media center GNPF-MUI. Sebuah kesempatan yang sangat berharga. Walau fisik saya tidak hadir bersama lautan ukhuwah yang terjalin di sana, aliran ruhnya sampai di sini, melekat dan masih terasa denyutnya.

#AksiSuperDamai212 yang dahsyat. Betapa Al Quran telah benar-benar menjadi alasan bagi jutaan umat bergerak dalam satu visi yang sama. Menyuarakan kebenaran dan menuntut penegakan keadilan.

“Al Quran itu menggerakkan, Taq! Jangan terkejut jika nanti Al Quran akan menjadi alasan Indonesia menemukan jati dirinya.” Prediksi salah seorang Ibu ideologis saya, saat beliau Umroh tahun lalu.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Ibu itu Cinta

Berapi beliau menyampaikan kuliah “Kritik Hukum” dengan logat arab Mesir yang medok banget. Berbeda dengan dua pekan sebelumnya yang nyaris tidak bisa melawan kantuk. Hari ini energi saya full dan fokus menyimak paparannya. Perbandingan Hukum Perundangan Negara dengan Syari’ah Islamiyah yang universal, berhasil menumbuhkan bahkan menyuburkan keyakinan kami akan indahnya Islam.

Tiga puluh menit beliau menjelaskan, HPnya berdering. Tidak biasanya beliau membawa serta HPnya ke dalam kelas, kalau pun dibawa jika ada panggilan dapat dipastikan beliau akan merejectnya. Setelah izin untuk mengangkatnya, beliau keluar kelas.

“Khair, InsyaAllah ya Dukturah!” Sapa Munerah saat beliau kembali masuk.

“Khair, Alhamdulillah!” Jawabnya dengan burat mendung menyelimuti wajahnya.

“Aanti maridhoh ya Dukturah?” Layla bertanya memastikan tidak ada apa-apa.

“Tuwuffiyat Ummi ya Banaat, id.u laha!” Tangisnya pecah.

Spontan kami bergantian menyalami beliau, memeluknya. Air mata ini tidak terbendung berjatuhan. Mengingatkan saya pada suasana kurang lebih tiga tahun yang lalu, jenak dimana Aba mengabari saya bahwa Ummi telah kembali kepada Allah. Sebuah suasana yang sama dialami Dukturah Fathiyah saat ini. Beliau tidak membersamai detik terakhir Umminya. Beliau di Makkah, Umminya di Mesir. Rahimahallah rahmatan wasi’ah.

Otomatis kuliah terhenti.

“Ibu itu cinta yang sebenarnya cinta!” Gumam Amena

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

#SDM: Lelaki Langka

Kisah ini tentang suami teman saya. Sebut saja ia bernama Ahmad dan teman saya bernama Asma. Pasangan suami istri ini sama-sama pelajar di Umm Al Qura University. Ahmad dan Asma pasangan yang biasa sebagaimana pasutri lainnya. Namun ada yang tidak biasa, dalam hal ini bagaimana Ahmad memperlakukan keluarganya. Tidak seperti kebanyakan para suami yang cenderung dilayani semua kebutuhannya. Ahmad menjadi suami yang melayani nyaris seluruh kebutuhan keluarga kecilnya.
Asma dan Ahmad dipertemukan Allah melalui kesepakatan dua keluarga untuk menyatukan mereka dalam sebuah pernikahan. Atas nama kepatuhan terhadap orang tua Asma menerima dan menjalani taqdirnya. Cinta tidak pernah sekalipun terasa tumbuh dalam hatinya. Ahmad tidak pernah menggugatnya. Tidak sekalipun memaksanya untuk menyukainya. Tidak juga menuntutnya untuk melakukan kerja-kerja kerumahtanggaan.
Ahmad memperlakukan Asma sebagai ratu yang sesungguhnya dalam denyut keluarganya. Disamping belajar, memasak, mencuci baju, membersihkan rumah, dan belanja Ahmad mengaambil alih seluruh pekerjaan rumah. Tugas Asma mengeja ilmu. Membaca dan menyelesaikan tugas kuliahnya.
“Agama itu mu’amalah” demikian salah satu hadits Rasulullah Saw. yang kemudian membuka hati Asma untuk mengupayakan cinta -kepada suaminya- itu menumbuhi kelapangan hatinya. Hadits tersebut menjadi sangat mewakili bagaimana suaminya memperlakukan dirinya.
Setelah tiga tahun usia pernikahannya, Allah menganugerahi keluarga pecinta ilmu ini seorang anak. Lagi-lagi yang mengurus dan memenuhi kebutuhan anak mereka masih tanggung jawab dan tugas Ahmad, kecuali menyusui adalah tugas yang tidak bisa tergantikan.
Yang tidak kalah anehnya adalah ketika sang buah hati mereka berusia dua tahun, Asma dan Ahmad memutuskan untuk berpisah sementara. Asma di Asrama kampus, suami dan anaknya di apartemen mereka. Keputusan ini diambil agar Asma bisa lebih berkonsentrasi dalam belajarnya. Setiap akhir pekan Ahmad menjemputnya sambil tidak pernah absen membawa untuk teman-teman Asma makanan yang dimasaknya sendiri.
Begitulah Ahmad memperlakukan Asma. Menanam benih cintanya dengan budi pekerti. Interaksi yang menggugah ini tidak pernah bernada menggugat. Justru membuahkan hasil yang tidak sia-sia. Dapat menarik simpati Asma tanpa retorika. Perlahan menggerakkannya untuk ikut serta dalam menumbuhkembangkan keluarga kecilnya.
Makkah, 27121436
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Kemesraan Ini

Huruf demi hurufnya memendarkan cahaya. Memoranda kerak yang sudah lama menghuni dadanya. Galau menepi, lalai hengkang, bosan menjarakinya. Perlahan tumbuh cinta yang tidak biasa. Syukur terwujud dalam kerja. Sabar berharmoni dengan upaya.

“Kemesraan ini, janganlah cepat berlalu!”Sebaris lagu ini menjadi sangat tepat dengan kondisinya. Ada kemesraan yang tidak pernah ia ingin kembali menjauhinya.

Allah beri kesempatan untuk selalu membersamainya. Interaksi menjadi sangat rekat. Akal, hati dan keseluruhan sistem organnya bersatu padu. Menjadi barisan ‪#‎ParaPerinduSurga‬.

“Semua proyek di dunia ini akan mengalami kegagalan, kecuali proyek mengeja, membaca, memahami, menghafal dan mengamalkan Al Quran. Ia tidak akan pernah mengenal kata gagal. Satu ayat saja yang kau eja, baca, pahami, hafal dan amalkan akan mencahayai dadamu!” Begitu Ablah Kulthum memotivasinya.

Adakah kemesraan yang lebih romantis daripada bersama Al Quran?

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Berlomba dalam Kebaikan

Ketika ramadhan, Masjidil Haram merupakan tempat yang paling sibuk. Hampir semua yang hadir di Masjid sibuk dengan kebaikan.  Dari yang paling miskin hingga yang paling kaya, sama berjibaku dengan kebaikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Senin hari kedua Ramadhan, aku menjadi relawan WAMY. Mengatur dan menata ifthar soim di halaman Masjid. Para relawan berseragam rompi dan baret hijau. Senang sekali mendapat kesempatan ini. Aku tidak memiliki cukup banyak harta untuk membagikan makanan pembuka, kecuali tenaga yang Allah karuniakan kepadaku. Semoga tenaga ini Allah catat pahala memberi ifthar soim. 
Berlomba dalam kebaikan adalah denyut hidup umat ini. Begitu juga yang tampak di Haram kali ini. Di tempat thawaf beberapa muthawwifin membagikan lembaran tisu. Sungguh hal ini sepele, tapi sangat bermanfaat bagi muthawwifin yang kepanasan, karena terik di musim panas tidak hanya pengap, namun juga mampu mengguyur tubuh bermandikan keringat. Tisu menjadi sangat membantu mengurangi gerah. Kita tak bisa menghitung berapa pahala yang akan diterima pemberi tisu. Karena hanya Allah yang mengetahui sistem hitungnya. Semoga Allah membahagiakan para pemberi tisu itu.
Selain tisu, kurma sebagai pembuka khas bagi orang yang puasa. Melimpah, dengan beragam kemasan dan jenis kurma yang berbeda. Ada yang setiap kemasan berisi 3 biji kurma. Bilangan sunnah untuk berbuka puasa. Ada juga bilangan ganjil. Tiga, lima, sampai tujuh. Bilangan yang disukai Allah.
Hampir di setiap sudut Masjid Haram penuh dengan para mutasabiq kebaikan. Para muhsinin yang berlomba mengekspresikan rasa syukurnya dengan membagikan kelebihan hartanya. Juga semua berlomba dalam aktivitas ibadahnya, dari tilawah hingga umroh. Dan masjid haram pun  tidak akan pernah sunyi dengan kebaikan.
#DailyOfRamadhan

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Nasehat Ali bin Abi Thalib

“Aku ingin bertanya tentang 4 hal. Mohon dijawab. Apa yang wajib dan apa yang paling wajib? Apa yang dekat dan apa yang paling dekat? Apa yang mengherankan dan apa yang paling mengherankan? Apa yang sulit dan apa yang paling sulit?” Tanya seorang lelaki kepada Amirul mukminin Ali bin Thalib Ra.

“Sesuatu yang wajib itu taat kepada Allah, yang paling wajib meninggalkan dosa. Sedangkan yang dekat hari kiamat, yang paling dekat mati. Adapun
yang mengherankan  dunia, yang paling mengherankan cinta dunia. Adapun yang sulit kubur, yang paling sulit adalah pergi kepadanya tanpa bekal.” Jawab Amirul Mukminin Ra.

♡♡♡

Semoga Allah kuatkan taat. Pekakan kita untuk tidak melakukan dosa. Jadikan akhir kita husnul khatimah. Sadarkan kita bahwa dunia di tangan bukan di hati. Jadikan alQuran teman kita di kubur kelak. Taqdirkan taqwa menjadi bekal terbaik kita pulang.

#MengejaJalanPulang

QM, 18061436

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Doa

Semoga Allah bimbing kita menjadi hambaNya yang senantiasa berupaya taat. Menjadikan kita umat pembaca yang sesuai dengan yang diridhaiNya.

Semoga Allah bimbing cara pandang kita tunduk dalam tuntunan wahyu. Hati kita memiliki daya rasa yang lebih tajam, bahwa puncak kenikmatan kita di dunia ini ketika kita merasakan bahwa Allah selalu membersamai kita. Akal kita berkhidmah untuk menghidupkan wahyu dalam setiap denyut jenak hidup kita.

Hingga capaian duniawi kita memiliki ketersambungan dengan akhirat. Memberatkan mizan hasanah kita, bukan sebaliknya.

Mengalirkan pahala kebaikan bagi kedua orang tua kita. Karena sejatinya kita adalah investasi terbesar mereka.

Semoga Allah ampuni dan rahmati selalu kedua orang tua kita al ahyai minhumul amwat.

#MengejaJalanPulang

QM, 05061436

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar