Arsip Kategori: Dunia Pena

Semesta Berpendar

Aku membersamainya dalam keterasingan rimba kehidupannya. Tiada satu haripun kecuali aku bersamanya, baik ketika duduk, berdiri maupun berbaring. Aku selalu berada dalam dekapannya. Dengan lahap dia memanfaatkan detiknya bersamaku. Walau begitu tidak jarang kesepian menyergap dan membuatku tidak leluasa bergerak … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita, Dunia Pena | Meninggalkan komentar

Senyum Persahabatan

Awal musim dingin di Makkah menjadi kesempatan bagi virus influenza menyapa tubuh-tubuh dengan imunitas yang rendah. Termasuk tubuhku dengan imunitasnya yang selalu bertekuk lutut dihadapan virus-virus tidak berperikemanusiaan itu. Namun begitu semangatku untuk tetap bertahan mengumpulkan sedikit demi sedikit makna … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita, Dunia Pena | 2 Komentar

Saya Rindu Semangat Perindu

“At Ta’beer huwa al-mir ah lee ‘isyqi al-‘aasyeeq“. Menulis bagi seorang perindu adalah ruang mendefinisikan kerinduannya.  Kalimat yang ditulis besar dengan warna tinta biru, menghias dinding tepat di atas meja belajar Ameena. Kalimat yang menyemangati Ameena untuk selalu menjadi perindu … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Dunia Pena | Meninggalkan komentar

Perindu Senyummu!!!

Membayangkan Ibn ‘Aqeel bagaimana menulis Shrh Alfiyah Ibn Malik, yang sampai saat ini dipelajari dari generasi ke generasi. Membayangkan Ibn Hajar bagaimana menulis Fathul Bari, yang sampai saat ini belum ada tandingannya. Sehingga La Hijrata ba’dal Fath disematkan pada jejak … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Dunia Pena | 1 Komentar