Al Teen Al Mustaiqidh

Al Teen Al Mustaiqidh adalah tema dari sebuah Talk Show. Kalimat tersebut memiliki arti: “Tanah yang Terjaga”. DR. Nur Qarut & DR. Iman Al Magriby merupakan dua nara sumber dalam acara tersebut. Acara ini dilaksanakan oleh Nady Tau’iyah (Forum Pencerahan) yang ada di kampus Umm Al Qura University (UQU) Makkah Al Mukarramah.

Dua narasmber tersebut merupakan guru besar UQU. DR. Nur Qarut Ahli Syari’ah, sedangkan DR. Iman Al Maghriby ahli Tafsir Al Quran. Keduanya berkebangsaan Indonesia & Maroko yang memiliki kewarganegaraan Saudi. Hal itu dapat kita kenali dari nama belakang keduanya. Qarut merupakan bahasa Arab dari Garut. Sebuah kabupaten di Jawa Barat. Kemudian Al Maghriby merupakan bahasa Arab dari Maroko. Inilah bukti keragaman yang sesungguhnya di miliki Makkah. Keragaman yang disatukan oleh Al ‘Aqeedah Al Islamiyah. Kesempatan belajar yang sama bagi sesiapa pun tanpa melihat bangsa, warna dan bahasa. Karena Islam menjadi alasan yang dapat mengesampingkan perbedaan yang menyertai kehidupannya.

Kembali pada acara Talk Show. Acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 500-an mahasiswi UQU dari semua tingkatan. Cukup menyedot perhatian civitas akademika. Ruang dengan kapasitas 200-an orang tersebut tumpah ruah, hingga memenuhi koridor dan luar ruangan. Fantastis! Mengingat kegiatan ini dilaksanakan siang hari jam 14.00 – 16.00, tidak biasanya kegiatan yang dilaksanakan pada jam-jam tersebut akan menyedot banyak sekali peserta. Mungkin disamping tema yang diangkatnya cukup unik, juga dua narasumber tersebut yang selalu mampu menjadi magnet. Keduanya merupakan guru favorite yang selalu ditunggu majelis ilmunya.

Ada tujuh pertanyaan penting yang diajukan moderator dalam acara ini kepada kedua narasumber. Dua diajukan kepada keduanya secara bersamaan, lima yang lain secara bergilir. Pertanyaan tersebut adalah:

Apa makna Al Teen Al Mustaiqidh?
Pertanyaan ini diajukan kepada keduanya. “Manusia itu dicinptakan dari bahan dasar yang sama, dari tanah. Namun kemudian tingkat kesadaran yang dimiliki oleh masing-masing manusia itulah yang menjadi pembedanya. Tingkat kesadaran ini digerakkan oleh tingkat keimanan kepada Allah. Berbeda-beda tingkat keimanannya kepada Allah, maka berbeda pulalah tingkat kesadaran cara pandangnya. Sebut saja seorang muslim akan berbeda tingkat kesadaran dan cara pandangnya dengan orang non-muslim. Seorang muslim dengan keimanannya kepada Allah akan lebih berorientasi pada penyiapan hidup setelah mati. Sedangkan non-muslim akan berorientasi pada bagaimana memanfaatkan kehidupan untuk tujuan matari belaka.” Demikian jawaban DR. Nur Qarut.

“Istilah ini unik. Pendengar dari kata ini akan dibuat penasaran. Saya memaknai bahwa istilah ini sangat sesuai digelarkan kepada manusia yang bacaan utamanya adalah Al Quran & Al Sunnah dan seorang yang dapat mengetahui kelemahannya kemudian berupaya menutupnya dengan mengembangkan kelebihannya. Hal ini dapat berlaku ketika dia mengetahui secara komprehensif tentang agamanya.” Jawab DR. Iman melengkapi jawaban DR Nur Qarut.

DR. Nur, Sebutkan untuk kami tiga yang membuat Muslimah itu lebih unggul daripada yang lainnya!
“Muslimah itu memiliki kesucian hati, karena Allah memiliki porsi terbesar dalam hatinya. Muslimah itu memiliki kesucian jasmani, karena wudlu minimal lima kali membersihkan jasmani dan rohaninya. Muslimah juga memiliki kesucian dalam kehormatannya, karena Allah mengatur pola pergaulan antara lelaki dan perempuan dalam syari’atNya.” Jawaban singkat padat yang cukup menyadarkan kami, bahwa seharusnya tiga hal ini harus terus diupayaproseskan dalam kehidupan kami, hingga software keunggulan ini benar nyata menjadi penampilan jasmani dan ruhaninya.

Apa gambaran hijab bagi seorang Muslimah, wahai DR Iman?
“Perempuan itu memiliki pintu-pintu yang membangunkan fitnah yang tidur. Pintu-pintu itu terdapat pada keseluruhan tubuhnya. Karena itu kemudiaan Allah mensyari’atkan kepadanya menghijabi tubuhnya untuk menjaganya, bukan untuk membatasi gerak aktivitasnya. Hijab itu menutupi keseluruhan tubuhnya dengan kain yang tidak transparan dan tidak membentuk lekuk tubuh. Kita harus membaca tuntas ayat-ayat hijab yang terdapat di dalam Al Quran. Terlebih lagi di dalam surat An Nur, di sana kita akan mendapati bagaimana kita membangun masyarakat yang maju dengan syari’at Allah, diantara dengan syari’at hijab ini. Kita juga harus membaca sejarah bagaimana hijab perempuan-perempuan sekitar Nabi Muhammad saw. Karena kehidupan mereka adalah mata air uswah yang tiada mengenal kata ‘habis’ bagi kehidupan muslimah yang hidup setelahnya.”

Wahai DR. Nur, Apakah Non-Muslimah Melihat Muslimah dengan Pandangan yang Sempit?
“Iya, karena mereka tidak mengetahui bagaimana seorang muslimah yang sebenarnya. Mereka hanya mendapatkan informasi dari media. Sebagaimana kita ketahui tidak semua media mengabarkan Islam secara obyektif.” Jawab DR. Nur yang kemudian dilanjutkan dengan mengisahkan tentang betapa bebasnya kehidupan Non-Muslimah di barat, sehingga banyak dari mereka yang kemudian iri dengan kehidupan muslimah.

“Bawa saya ke negerimu, menjadi kalian sungguh bahagia, Islam perlakukan kalian seperti putri raja, sangat Istimewa!” Demikian salah satu respon dari mereka, ketika teman DR Nur yang berada di UK menjawab pertanyaan mereka tentang bagaimana Islam mengatur kehidupan muslimah.

“Menyambung dari apa yang diceritakan DR Nur, saya pernah mengalami sesuatu yang tiada akan pernah saya lupa. Waktu itu saya berlibur dengan keluarga ke luar Mamlakah Saudi dengan menumpangi pesawat terbang. Saya duduk dekat jendela bersama putri saya yang memilih membaca Al Quran dengan suara yang tidak nyaring, namun cukup terdengar oleh saya dan mungkin orang di depan dan di belakang kami, tak lama dari itu ada seorang Ibu yang ada di depan kami menyapa saya dan menanyakan bacaan yang dibaca putri saya. Dia bilang tidak pernah sekalipun dia mendengar bacaan tersebut, terdengar istimewa dan indah katanya. Kemudian saya jelaskan panjang lebar tentang bacaan tersebut. Yang cukup menyesakkan hati saya adalah dia tidak hanya tahu Al Quran, bahkan dia tidak pernah tahu kalau ada agama yang bernama Islam. Dia berjanji akan mencari dan membacanya sesampai di negaranya. Semoga jika Allah beri hidayah pahalanya mengalir juga kepada anak saya sebagai pembukan baginya jalan hidayah.” Tambah DR Iman mengabarkan kepada kami bahwa masih banyak sekali orang yang tidak tahu tentang Islam. Menyemangati kami untuk terus mendakwahkannya.

Apa Tanggapanmu bagi Orang yang Mengatakan bahwa Muslimah itu Tidak Memiliki Kebebasan yang Mutlaq?
“Siapa bilang seorang Muslimah itu tidak memiliki kebebasan mutlak? Pernyataan itu salah besar, justru seorang muslimah itu memilki kebebasan yang tiada dimiliki oleh perempuan selainnya. Syari’at Allah telah menjadikannya terbebas dari penyembahan kepada selain Allah. Apakah ada kebebasan yang lebih mutlaq dari kebebasan macam ini? Tentu saja tidak pernah ada ceritanya.”

Nasehat Anda untuk Kami, agar Kami Bangga Menjadi Seorang Muslimah?
“Anak-anakku tercinta, ambillah yang baik yang mereka miliki, namun ingatlah bahwa imanmu adalah harta yang paling berharga yang kalian miliki. Tebarlah kebaikan diantara manusia. Berupayalah kuat, jangan lemah! Gunakan waktumu dengan sebaik-baiknya dalam ketaatan kepada Allah. Kenalilah dirimu untuk kemudian jadikan modal untuk selalu melakukan perbaikan. Teguhlah di atas keimananmu!” Deretan nasehat DR Nur yang mencerahkan.

“Nasehat saya adalah lakukanlah nasehat DR Nur itu, maka bahagia, sukses dan berkah akan meliputi kehidupan kalian!” Tambah DR Iman yang disambut tepuk tangan meriah. Hingga kemudian acara ini berakhir dengan penyerahan kenang-kenangan kepada kedua narasumber dan doa kaffaratul majelis.

Iklan

Tentang TaQ

Hanya manusia biasa yang ingin terbiasa menjadi hamba Allah. Ingin terbiasa di jalan menuju RidhoNya dan berhasil mendapat jatah sebagai penghuni surgaNya.
Pos ini dipublikasikan di Cerita, Dunia Eja, Dunia Hikmah, Mengeja Jalan Pulang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s