Nasehat Kematian

Dalam sepekan ini terdengar tiga kabar seni berpulang yang indah.  Pada satu sisi kabar ini musibah yang menyisakan ruang ‘kehilangan’ bagi karib kerabatnya pada khususnya dan pada umat yang mengenalinya pada umumnya. Namun pada sisi lainnya kabar ini kabar yang cukup ampuh untuk membangunkan setiap diri yang terbetot oleh jeratan kelalaiannya. Seiris dengan “Kafaa bil mauti wa’idha!” sebuah titik  kebenaran atas sabda Rasulullah Saw tersebut.

DR. Khalid Abdullah Al Quraisy. Dosen Jurusan Ad Da’wah al Thaqafah al Islamiyah Fakultas al Da’wah wa Usuluddin, UQU Makkah.  Beliau berpulang setelah mengimami shalat ashar di Masjid dekat rumahnya. Salah satu bentuk berpulang dengan husnul khatimah, insyaAllah.

“Semoga Allah menjadikan surga sebagai tempat abadi bagi Abu Abdillah el Quraisy. Sungguh beliau saudara dan tetangga yang baik, istrinya adalah teman baik saya. Ruang pustakannya adalah tempat ternyaman ketika saya  menulis tesis. Saya haji bersama mereka tahun lalu, beliau dan istrinya yang mengantarkan saya ke rumah. Rumahnya adalah gudang yang berisi bantuan untuk orang-orang yang membutuhkan, khususnya Tullab el Wafideen (Pelajar non-saudi). Beliau benar-benar Ahl Fadl wa SolahRahimahullah wa rahimna idza sirna ila ma soro ilaihi ba’da solahi ‘amalin wa husni khatimah.” Demikian kesaksian DR. Maryam Abu ‘Ali salah seorang guru kami di Ma’had Al Lughah UQU.

Dua hari setelahnya kami mendengar kabar kepergian salah seorang mahasiswa wafideen dari salah satu negara Afrika Jazar al Qamar.  beliau meninggal setelah 12 hari koma, setelah terjatuh dari bus yang mengantarkannya pulang dari halaqah tahfidz, menuju asramanya, namun di tengah jalan ia minta berhenti untuk menyambung thalab al ‘ilm di halaqah selanjutnya. Dalam perjalanan meniti jalan ilmu. Sebuah seni berpulang yang indah. Salah satu bentuk mati syahid.

Pada hari yang sama, terdengar kabar berpulangnya Syeikh al ‘Allamah Ahmad ‘Abdurrazaq al Kubaysi, seorang Da’i terkenal dengan kesolihannya. Da’i dan ‘Aalim keturunan Iraq yang tinggal di Makkah. Beliau  meninggal setelah dipindahkan dengan pesawat khusus dari sebuah rumah sakit  di Riyadh ke rumah sakit “Medebul” di Istanbul  Turki, atas perintah Presiden Racep Erdogan.  Perlakuan istimewa ini bukan tanpa sebab, karena beliau salah seorang ulama yang berjasa dalam mencetak ulama agama di Turki, banyak sekali karya tulis beliau yang diterjemahkan ke dalam bahasa Turki. Selama hidupnya beliau juga pernah menjadi dosen tetap di Umm Al Qura University.

“Pada angka 83 tahun beliau tutup usia. Harapan bahwa Baba akan kembali sehat lebih besar kali ini, dibanding ketika Baba dirawat di Rumah Sakit di Saudi. Setelah shalat maghrib dan makan malam, kakak tertua kami disuruh membaca surat Al Baqarah di samping Baba, hingga sampai pada ayat 186, Baba memegang erat tangan kakak, hingga terlepas bersama hembusan nafas terakhirnya. Itulah taqdir Allah, ciintaNya kepada Baba lebih besar dari harapan kami, insyaAllah. Allah tumbuhkan sabar, semoga Baba husnul khatimah.” Urai Ilham dalam senyum yang menyembunyikan duka, salah seorang putri beliau -yang Allah taqdirkan saya mengenalnya-.

Saya tidak mengenal Ilham secara dekat. Hanya beberapa kali satu syu’bah dalam beberapa mata kuliah. Namun beberapa bulan ini Allah dekatkan kami. Setelah dia mengundurkan diri dari proyek penulisan tesis: “adh Dhawabith al Fiqhiyah min khilal kitab Badai’ Sanai’ lil Kasany”. Allah taqdirkan saya menggantikan posisinya. Sejak itu saya selalu berbincang dengannya meliputi penggarapan proyek tersebut.

Demikianlah kematian telah mengabarkan nasehatnya bagi yang masih hidup. Semoga Allah taqdirkan kita kembali kepadaNya dengan seni berpulang yang indah.

 

Iklan

Tentang TaQ

Hanya manusia biasa yang ingin terbiasa menjadi hamba Allah. Ingin terbiasa di jalan menuju RidhoNya dan berhasil mendapat jatah sebagai penghuni surgaNya.
Pos ini dipublikasikan di Dunia Hikmah, Mengeja Jalan Pulang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s