Pertemuan

Setelah 14 tahun kami tidak bertemu, Allah pertemukan kami kembali di Makkah, setelah pekan haji berakhir. Perhelatan haji yang agung selalu menjadi momen pertemuan. Bertemu dengan kerabat, sahabat dan beragam warna umat sedunia.

Ia teman sekelas saya ketika kuliah di Malang. Namanya Mbak Utami. Di kelas beliau termasuk yang kami tuakan, bukan karena usianya yang lebih tua dari kami. Namun dari pembawaan dewasa beliaulah hingga secara natural kami menaruh hormat yang lebih daripada kepada teman lainnya. Saran dan pertimbangan beliau lebih banyak menjadi pilihan yang kami ambil.

Tahun ini Allah taqdirkan beliau menyempurnakan rukun islamnya dengan melaksanakan haji. Dari Auni salah seorang teman saya juga, saya mendapatkan informasi tersebut. darinya juga saya mendapat no kontak Mbak Utami. Alhamdulillah kembali terhubung silah ukhuwah kami. Kamipun membuat janji untuk bertemu. Satu dua juga janji belum mempertemukan kami. Hingga janji ke empat baru benar-benar kami bertemu. Melepas rindu yang telah lama tersimpan rapi di bilik memori kami.

“Itulah, Taq kita hanya bisa buat janji. Realitanya taqdir Allah jualah yang akan bicara!” Simpul Mbak Ut setelah pertemuan itu berlaku. Keyakinan ini menguat disertai peristiwa yang dialami Mbak Ut dan saudarinya yang kebetulan juga sedang menunaikan haji. Namun berbeda tempat dan waktu berangkatnya. Tentu hotelnya pun kemudian berbeda.

“Berapa kali janji yang aku buat dengan mbakku untuk ketemu, baik sewaktu kami di Madinah ataupun juga di Makkah, semua gagal mempertemukan kami. Akhirnya aku serahkan semua kepada Allah untuk mengatur pertemuan kami. Ternyata kepasrahan itu menjadi kejutan indah dari Allah. Pertemuan terjadi di waktu dan tempat yang tiada pernah kami sangka. Allah pertemukan kami di Mina pada Ayyamut Tasyrik.”

“Itulah rahasia pasrah kepada Allah, selalu ada momen indah yang Allah persiapkan untuk kita!” Ujarnya lagi melengkapi puzzle hikmah yang ditemukannya.
Jumat 17 Dzulhijjah 1438 H saya menyambanginya di hotelnya di Al Aziziyah Al Janubiyah.

Iklan

Tentang TaQ

Hanya manusia biasa yang ingin terbiasa menjadi hamba Allah. Ingin terbiasa di jalan menuju RidhoNya dan berhasil mendapat jatah sebagai penghuni surgaNya.
Pos ini dipublikasikan di Caring. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s