Upaya Kembali

“Taqi, berapa lama lagi?” Entah sudah berapa kali pertanyaan bernada protes itu terlontar dari teman kos saya. Protes ini terjadi setiap saya melakukan ritual “panggilan alam” sambil membawa serta apapun yang bisa saya baca.
 
Ritual ini mungkin terjadi karena gengguk caen reng madure. Saya tidak ingat kapan pastinya hal itu bermula. Seingat saya sih daya “lahap” saya terhadap segala sesuatu yang tertulis meningkat, sejak gedung DPR RI berbuahkan manusia dengan beragam warnanya. Yah, Demo Mahasiswa yang menuntut rezim waktu itu turun. Sejak itu saya jadi rajin menemani Aba membaca koran langganannya. Kegandrungan “melahap” tidak hanya asik dilakukan di kamar. Kemudian sedang membuang mutan juga berlaku ritual tersebut.
 
Ritual ini pun kemudian Ummi ketahui. Hingga sempat beliau juga murka karena mendapati jendela kamar mandi kami ada tumpukan koran, majalah dan buku. Bukan karena saya suka “lahap”nya sih murkanya. Namun, beliau menyayangkan saya melakukannya di tempat yang tidak layak. Murka beliau berlipat saat mengetahui salah satu majalah yang ada ditumpukan itu terdapat lafdzul jalalah. Saya jera tidak meninggalkan bacaan di kamar mandi. Namun, ritual itu tidak sepenuhnya bisa saya hilangkan.
 
Hingga ketika Allah taqdirkan saya mencari cahayaNya di Malang, ritual tersebut kebawa. Protes kemudian sesekali menjadi sarapan pagi dan makanan sore saya.
 
Apakah sekarang saya sudah tobat? Tentu saja jawabannya belum. Bahkan mungkin lebih “gila”. Dulu kertas yang ada tulisannya yang saya “lahap”, sekarang seringnya layar hp yang dipelototin, berselancar mengumpulkan serakan inspirasi.
 
“Mana ada inspirasi yang bening dan jernih dari jamban, Taq!” Bantah sinis teman flat terhadap dalih saya.
 
“Kalau hp yang dibawa, alamat dah sampai jamuran!” Sindirin indah lainnya.
 
Protes, sinis dan sindiran terhadap ritual tak terhormat saya itu berharmoni, meminta saya kembali ke jalan yang benar.
 
#Mengejajalanpulang
Iklan

Tentang TaQ

Hanya manusia biasa yang ingin terbiasa menjadi hamba Allah. Ingin terbiasa di jalan menuju RidhoNya dan berhasil mendapat jatah sebagai penghuni surgaNya.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s