Belajar dari Ujian

Masa ujian seperti ini selalu mengingatkan saya pada Mira. Mahasiswi Kedokteran Universitas Brawijaya. Teman kos Mbak Pithut, Mbak Ari & Dhita, saudari2 fillah saya saat di Malang. Setiap saya nyambangi mereka, saya selalu disuguhi dengan ketekunan Mira mengulang mata kuliahnya.
 
“Andai saya bisa setekun dia, pasti Allah beri saya kemudahan menjawab setiap pertanyaan di lembar soal ujian” Pengandaian ini selalu terbersit setiap beberapa soal tidak saya temukan jawabannya dalam bayangan otak saya.
 
Hal ini terjadi karena ketekunan itu tidak mendarah dan mendaging dalam tradisi belajar saya. Tentu saja saya tidak menyalahkan lingkungan yang menumbuhkan saya. Justru di sini rupanya ujian sebenarnya.
 
Ummi -Allah yarhamuha- sebagai guru pertama bagi saya. Beliau tidak pernah menuntut saya berprestasi dalam akademik. Karena bagi beliau prestasi dalam pandangan Allah itu yang harus diraih.
 
“Jangan nakal & takutlah Allah!” Dua pinta itulah yang tidak pernah absen terucap dari lisannya. Pinta yang sederhana, namun tidak sederhana dalam manifestasinya. Jauh lebih berat dari mengubah kebiasaan saya yang nyaris tidak tekun menjadi tekun dalam belajar. Karena pinta Ummi tersebut tidak hanya sesaat ketika saya belajar di lembaga formal. Namun itu menjadi wasiat yang harus saya upayakan terwujud dalam denyut kehidupan saya.
 
Wasiat itu selalu menjadi penetralisir yang ampuh, setiap ‘kecewa’ mengusik diri saya atas hasil ujian yang tidak memuaskan, dikarenakan upaya ‘tekun’ saya yang masih setengah hati.
 
Selain ketekunan Mira yang belum bisa saya duplikasi. Ada juga kesungguhan Rima yang belum jua saya dapat replika dalam ‘memori’ tradisi belajar saya. Rima ini teman saya di asrama di Makkah. Gadis Taif. Mahasiswi Geografi di Umm Al Qura University. Kesungguhan belajar dengan ‘sistem kebut semalamnya’ belum ada yang bisa menandingi. Bukan berarti dia hanya belajar saat mau ujian aja sih, tiap hari dia belajar, namun tidak sekenceng malam-malam ujian.
 
Setiap ujian selalu dramatis. Bergelas-gelas kopi menjadi teman belajarnya. Berurai air mata juga mengiringi aksi belajarnya, mungkin saat jenuh mulai menggayuti kesungguhannya. Tidak jarang 3-4 kali mandi dalam semalam, demi mengusir kantuk dan bosannya.
 
Setiap kamar akan bergantian ia singgahi, mungkin untuk mendapati suasana yang baru. Sempat tanpa sadar saya kunci dia, saat dia menyinggahi kamar saya. Sesampai saya di kampus baru ingat kalau di kamar ada Rima belajar. Segera saya telpon musyrifah. Setelah dibuka dengan kunci duplikat musyrifah ternyata dia sedang tidur pulas.
 
Rupanya dia bisa tidur juga. Betik hati saya sambil bersyukur, karena Allah tidak biarkan ‘sesal’ merundungi saya. Kalau misal hari itu dia punya jadwal ujian, saya bakal didemo anak2 seasrama, karena menguncinya di dalam kamar. Alhamdulillah.
 
Itu kelakuan unik Rima dalam menghadapi ujian. Saya belum sanggup menirunya. Namun begitu nasehat singkat Aba:”Jangan lupa ngaji Al Quran!” selalu menjadi penghibur bagi ketidakmampuan saya. Menjalankan nasehatnya itu selalu meninggalkan ‘nyes’ yang tidak terkatakan.
 
Hari-hari ke depan saya ujian. Ketekunan Mira dan kesungguhan Rima kembali mengemuka dalam ingatan saya. Allah yadzkuruhuma bil khair. Serta wasiat emas Ummi -Allah Yarhamuha- dan nasehat Aba -Allah Yahfadhuhu- semoga Allah bimbing dan menguatkan saya dalam mewujudkannya, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari nafas hidup saya. Amiin.
 
#MengejaJalanPulang
Iklan

Tentang TaQ

Hanya manusia biasa yang ingin terbiasa menjadi hamba Allah. Ingin terbiasa di jalan menuju RidhoNya dan berhasil mendapat jatah sebagai penghuni surgaNya.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s