Piknik

“Piknik saya itu menyelam, Taq” Canda seorang Ustadzah kepada saya.

“Menghilangkan kebosanan dalam berinteraksi dengan teks itu cukup dengan pergi ke haram, cuci mata di perpustakaan, toko buku, atau menziarahi pameran buku. Itu ritual diving saya, Taq.” Jelas beliau kemudian.

Sebuah ritual unik. Ternyata memang nyata terbukti. Pergi ke Haram semua juga akan merasakan kenyamanan dan ketenangan yang tidak terkatakan.

Acara ritual cuci mata inilah yang belum sepenuhnya saya yakin dapat mengusir bosan. Setelah nyaris beberapa bulan Allah taqdirkan saya berinteraksi intens dengan teks. Hingga sesekali lupa kalau bantal memanggil diri ini merebah sejenak. Puncaknya bosan menjadi terasa akut membebani tengkuk.

Sepekan ini Allah hadirkan kesempatan piknik dengan dihelatnya pameran buku di Jeddah. Wah kesempatan saya merasakan sensasi ritual unik Ustadzah saya itu. Girang meliputi bahagia saya. Namun nyaris kecewa dan gigit jari mengisi ruang sesal saya. Karena beberapa tugas yang tidak tampak akan selesai. Kemudian kabar perpanjangan deadline membungakan optimis saya.

Hingga sabtu pagi, Allah gerakkan bos-bos cantik nan gagah berkenan menemani saya. Melihat dompet sih sepertinya hanya cukup untuk satu buku yang dapat saya buru.

Sesampainya di arena pameran, ada nyeri yang mengabarkan perih. Buku-buku itu hanya dapat saya pandangi tidak dapat terbeli. Namun dibalik perih yang ada, ada bongkahan penat yang mencair. Lapang yang kemudian meluasi ruang jenak saya, perih menjadi nyaris terlupa.

Sebagai bonus dari piknik ini, Allah hadiahi saya kesempatan untuk menyiapkan bahan ‘camilan’ untuk liburan nanti. Berupa alat selam, untuk menenggalamkan diri ini di lautan luas ilmuNya.

Selain itu Allah hadiahi kami kesempatan bertemu dengan sopir taxi yang baik. Tiada henti nasehatnya menyertai perjalanan kami sepanjang jalan Abhur Syimaliyah sampai terminal saptco.

Benar nyata adanya ritual unik Ustadzah saya itu. Bosan menjadi hengkang. Rasa menjadi plong, pikir menjadi lebih jernih, dan langkah menjadi ringan. Walillahil hamd.

Iklan

Tentang TaQ

Hanya manusia biasa yang ingin terbiasa menjadi hamba Allah. Ingin terbiasa di jalan menuju RidhoNya dan berhasil mendapat jatah sebagai penghuni surgaNya.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s