Belajar Menemani Belajar

Sejak kemarin Allah taqdirkan saya berinteraksi dengan anak-anak Mutawasithoh dan Tsanawiyah Madrasah Tahfidz satu di Zahir.  Satu semester ke depan saya bersama 22 mahasiswi UQU lainnya akan belajar menemani mereka belajar. Buncah penerimaan tampak dari cara mereka memandang kami. Allah sediakan waktu dan kesempatan ini untuk kami belajar menata Dzan kami terhadap mereka. Menguatkan tawakkal kepadaNya. Sungguh getar yang sempat mengganggu “Tenang” kami perlahan mundur teratur.

Sempat Direktur Madrasah menolak sebagian kami. Namun, setelah Musyrifah mengajukan beberapa pertimbangan Ia menerima kami semua tanpa kecuali. Dalam dua pekan ke depan ini adalah kesempatan menyerap metode mengajar dari para asatidzah. kemarin kami diberi kesempatan belajar dari ustadzah Solihah yang mengandalkan sarana suaranya sebagai penyampai ilmu. berbeda dengan ustadzah Badriyah yang melengkapinya dengan sarana teknologi in Focus (LCD).

Hari ini belajar dari Ustadzah Munirah. Mengawali aktivitas mengajarnya dengan muraja’ah pelajaran yang lalu dengan menanyakan siswa secara acak. Selain Musyahadah kesempatan menemani kelas yang gurunya tidak hadir adalah aktivitas hari ini. Kesempatan ini untuk mengenal lebih jauh karakter siswa.

“Sungguh pun karakter mereka beragam, mendekati mereka sangat mudah, cukup dengan mengulas senyum tulus di bibirmu dan jangan takut menatap mata mereka dengan penuh cinta.” Salah satu nasehat emas DR. Faizah Muallim

Kesempatan membersamai generasi Makkah tidak hanya akan mengajari saya bagaimana menyampaikan kebaikan melalui tata bicara dan tata sikap, juga bagaimana saya belajar membiasakan tubuh ini kuat. Karena saya harus akrab dengan jalanan yang saya tempuhi 2 km dari kontrakan ke madrasah. Lelah menjadi tiada artinya mengingat udara pagi akan menjadi bonus yang Allah berikan.

Udara pagi menjadi sangat berharga. Setelah hampir sembilan tahun saya hidup di Makkah menjadi sangat langka saya dapatkan. Sungguh pun jalanan berdebu, terhirup udara pagi yang segar akan sangat baik bagi kesehatan jantung saya, insyaAllah.

“Giatkan doa dan kuatkanlah tawakkal kepada Allah! Mintalah kepada Allah, keberadaan kalian berkah kapan dan dimanapun kalian berada!” Masih dengan nasehat emas DR. Faizah Mu’allim.

Jenak ini sungguh sangat berarti bagi saya. Karena kasih sayang Allah terasa menyertai jenak saya. Adakah yang lebih indah dari kesadaran kita bahwa Allah senantiasa menyertai jenak kita? Tentu saja tidak ada. Karena kesadaran ini adalah surga kita di dunia. Semoga sebagaimana Allah taqdirkan kita merasakan salah satu taman dari  taman-taman surgaNya, Allah taqdirkan kita menjadi penghuni surgaNya kelak. Amiin.

Iklan

Tentang TaQ

Hanya manusia biasa yang ingin terbiasa menjadi hamba Allah. Ingin terbiasa di jalan menuju RidhoNya dan berhasil mendapat jatah sebagai penghuni surgaNya.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Belajar Menemani Belajar

  1. Muhsin Salim berkata:

    tidak ada kolom bagikan, tulisannya inspiratif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s