Cintailah Ilmu

Selalu ada nasehat dalam majelis ilmunya. Beliau merupakan generasi pertama Umm Al Qura University. Kesempatan emas Allah taqdirkan menjadi anak didiknya. Belajar Ushul Fiqh menjadi cukup mudah dalam bimbingannya. Allah yahfazuha fi sihhatin wa ‘afiyatin.

Hari ini midle test mata kuliah yang beliau ampu. Melalui tashjeer  Sheikh ‘Emad ‘Aly Jum’ah. Memahami dan mengunyah materi ujian menjadi sangat mudah. Ditambah soalsoal yang beliau buat, sungguh sangat memudahkan. Kemudahan yang setelahnya tidak ada kemudahan. Begitu guyonan teman setiap kali ada yang bertanya bagaimana cara ujian bersama beliau.

Sepuluh menit mayoritas kami menyerahkan lembar jawabnya. Tidak tertinggal kecuali sebanyak hitungan jari. Di sela menunggu yang belum selesai. Weed Syaeef mengutarakan izin untuk tidak masuk kamis depan. Karena dia dipaksa keluarga ikut serta dalam rihlah ke Dubai.

“Aku tahu hari kamis itu hari terakhir kita belajar sebelum sepekan lamanya kita akan libur. Namun bukan alasan untuk meniadakannya, bukan? Safaruki hadza li ayyi syai? Lid da’wah ilal Allah au tatamasysyen faqath?  Perjalananmu ini untuk apa? Untuk dakwah atau hanya untuk bersenangsenang saja? Kalau untuk dakwah la mani’. Tidak apaapa. Boleh. Namun jika untuk yang lainnya. Ayyu aghla ladayki thalabuki lil ‘ilm au ghairuhi? Mana yang lebih berharga bagimu, upayamu berilmu atau upayamu yang lain?” Cecar beliau mempertanyakan permintaan Weed. Ia diam. Tidak bisa mengatakan apapun. Jauh di dalam hatinya ia sangat sepakat dengan prioritas pilihan Ustadzah.

Berawal dari dialog singkat itu. Beliau membeberkan sebuah realita generasi saat ini yang menyedihkan. Jauhnya sebagian besar mereka dari kecintaan terhadap dunia ilmu. Bagi mereka bahagia adalah ketika dapat dengan instan mendapatkan kemudahan. Ilmu menjadi sangat berjarak dari upaya mereka.

“Itulah yang tampak. Semoga yang tidak tampak adalah generasi yang tidak sama. Mereka memiliki kecintaan yang tinggi terhadap ilmu. Saya berharap itu lebih banyak dan kalian termasuk bagian dari mereka.” Tutup Ustadzah Shalihah. Sebuah harapan dan doa yang serentak diamini oleh semua yang hadir.

Iklan

Tentang TaQ

Hanya manusia biasa yang ingin terbiasa menjadi hamba Allah. Ingin terbiasa di jalan menuju RidhoNya dan berhasil mendapat jatah sebagai penghuni surgaNya.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s