Pekan Solatku Bahagiaku

Lingkar Studi Peradaban (LSP), nama yang disematkan pada pertemuan rutin setiap selasa pagi. Tiga puluh menit yang telah ditetapkan sebagai terminal ruhiyah. LSP yang dikomandoi DR. Noor Qarut ini adalah ajang mendialogkan persoalan dari hati ke hati.  Setiap pekannya nyaris berubahubah wajahwajah yang tampak menghadirinya. Saya termasuk wajah yang bisa dibilang jarang tampak menyimak setiap kata yang mengalir dari kebeningan sumber mata air DR. Noor. Namun ada beberapa wajah yang istiqomah selalu datang.

 

Suatu selasa pagi yang sejuk ALLAH beri saya  kekuatan untuk menghadirinya.  Angin cukup kencang berhembus. Nafasnya terdengar mendendangkan tabuh ketataan kepada Pencipta dan Pengirimnya. Allah juga mengirim Hissoh untuk mengajari saya doa khusus ketika angin kencang berhembus. Doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Subhanallah, sampai sekian hembus angin yang melalui jenakjenak saya, saya melaluinya dengan tanpa membaca doa tersebut. Hal ini terjadi karena kebodohan saya.  Semoga Allah mengampuni lalai saya ini.

 

Adalah kejutan yang menyenangkan sekaligus sempat membuat saya ingin lari, lagilagi karena kebodohan dan ketidakpedean saya. Mengapa saya sempat ingin lari?  Bisa dibayangkan saya tidak fasih melontarkan pendapat dengan bahasa Arab. DR. Noor pagi itu tidak memberi pencerahannya. Beliau meminta setiap orang yang hadir pada pagi itu untuk bicara, termasuk saya. Beliau meminta kami mengutarakan testimoni kami dalam berinteraksi dengan solat. Karena pada minggu ini solat menjadi perbincangan yang hangat di kampus. Fakultas Usuluddin lagi punya gawe akbar yang bertemakan: “Pekan Solatku Bahagiaku”. Sebuah kampanye krusial untuk menghidupkan kesadaran penduduk kampus akan urgensi solat bagi kehidupan manusia.

 

Sungguh sangat mengharu biru testimoni temanteman, berbeda dengan saya yang harus berpikir keras, menghadirkan diksi yang tepat bagi apa yang saya alami dan ingin saya utarakan di forum tersebut. Mereka sudah hidup dengan bahasa Arab, harihari mereka tidak pernah terlepas dari bahasa Arab. Walau sejampun, karena ketika tidur dan mengigaupun katakata yang terlontar juga bahasa Arab. Jadinya mereka tidak bingung beberkan testimoninya.

 

Diantara testimoni yang sempat terekam dalam notes saya, adalah:

“Saya punya cara bagaimana menyelesaikan gelisah, melerai resah. Yaitu dengan solat. Karena itu bahagiaku berada dalam solatku.” Hanan melontarkan testimoninya.

 

“Setiap aku membawa kesadaranku dalam bacaan yang mengiringi gerakanku dalam solat, setiap itu pula aku merasa waktu solat begitu pendek. Apalagi setelah aku tahu bahwa doa dalam sujud adalah salah satu tempat dikabulkan doa. Sejak itu aku menggiring upayaku untuk melalui kesempatan sujudku dengan berdoa. Namun setiap itu pula aku merasa waktu solat itu sangat pendek. Deretan doa belum semua terucap, solatpun harus berakhir. Suasana itulah mungkin yang menjadikanku merinduinya selalu. Solat.” Disambut komentar membenarkan dari DR. Noor dan anggukan yang nyaris bersamaan semua yang hadir, mengiyakan testimoni Muna.

 

“Solat merupakan tarbiyah bagi proses memroduksi sabar. Karena itu mengapa Allah memerintahkan untuk ‘meminta bantuan pada solat dan sabar kita’. Setelah saya mengetahui ideologi yang indah itu, saat itu pula saya meyakini solat saya sebagai kebahagiaan dunia akhirat saya.” Testimoni Hunaidah.

 

“Setiap saya menunaikan solat pada awal waktunya. Setiap itu pula ketertiban waktu dapat saya kendalikan dengan baik. Apalagi setelah saya mengetahui bahwa amal yang paling Allah cintai salah satunya adalah mendirikan solat pada awal waktunya. Sejak itu saya yakin akan pengaturan modal utama saya: waktu. Sehingga pemastian diri berjalan pada kekuatan cintaNya dapat mudah saya ukur dan evaluasi.” Lontaran testimoni Afnan.

 

Demikian kesejukan pagi dan dialog dari hati ke hati dalam  LSP itu, telah mampu meninggalkan pengaruh yang tidak sedikit  bagi perubahan yang signifikan bagi pelurusan cara berpikir kami. Wallahu a’alam.

Iklan

Tentang TaQ

Hanya manusia biasa yang ingin terbiasa menjadi hamba Allah. Ingin terbiasa di jalan menuju RidhoNya dan berhasil mendapat jatah sebagai penghuni surgaNya.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s