Renungan Sore

Renungan Sore

Astaghfirullahal ‘adzim!” Gumam Fatin spontan mendengar tetangga kamar sebelah kami kembali berulah.

“Kok malah istighfar, Tin?” Tanya Sa’idah

“Tidakkah kau menangkap sebuah pertanda bahwa amal kita sedang terluka? Sufyan Ats Tsauri selalu melihat kondisi keimanannya dengan melihat perlakuan hewan tunggangannya, pembantunya, dan orangorang di sekitarnya. Jika mereka yang tersebut itu baik maka kabar baik bagi keimanannya, jika sebaliknya maka kondisi amalnya sedang terluka. Demikian Sufyan Ats Tsauri, dari kehidupannya aku belajar untuk tidak menyalahkan siapapun dalam hal ini. Perlakuan tetangga kita yang seperti itu adalah tanda cinta Allah kepada kita untuk mengoreksi amal dan kedekatan kita kepadanya. Oleh karenanya istighfar adalah cara kita kembali kepadaNya.” Panjang lebar Fatinah menjawab keheranan Sa’idah.

“Tapi bukan berarti kita membenarkan ulah tetangga kita itu bukan?”

“Tentu saja, kita harus mengakui bahwa mengambil sesuatu tanpa izin dan meletakkan tidak pada tempatnya adalah perbuatan yang melukai kedirian seseorang. Ini juga menjadi pelajaran penting bagi kita untuk menghindarinya. Selain terlarang dalam syariat agama juga akan mendapat pandangan yang tidak nyaman dan melukai pandangan orang lain terhadap kita. ‘Ala kulli hal, Allah yahdihima. Untuk semua keadaan, semoga Allah memberi keduanya hidayah.

***

Dialog sore itu terdengar sayup dari ruang tamu flat kami. Sungguh menyejukkan, mengingatkan saya pada nasheed Suara Persaudaraan  yang berjudul Renungan Sore. Mari bersama bernostalgia dan bernasheed ria bersama 🙂

Mentari beranjak ke peraduan
Siang berganti malam menjelang
Kulihat burung terbang melayang
Pohon – pohonan tenang dan riang

Seakan bertasbih atas kekuasaan
Dan keagungan Alloh Ar-Rahman

Ya Alloh ku pun dzikir pada-Mu
Agar Kau dekatkan hatiku pada-Mu
Ya Alloh limpahkanlah kurnia-Mu
Agar ku rasakan cinta-Mu

Alloh soreku ini atas fitrah islam
Atas agama Nabi Muhammad
Dan atas milah Nabi Ibrahim yang hanif
Ya Alloh selamatkanlah hadirku 

Alloh di sore ini kuhitung amalku
yang telah kulakukan hari ini
Terimalah kebajikanku ampunkan resahku
Ya Alloh kabulkanlah do’aku

Ya Alloh selamatkanlah hadirku 
Ya Alloh kabulkanlah do’aku

Iklan

Tentang TaQ

Hanya manusia biasa yang ingin terbiasa menjadi hamba Allah. Ingin terbiasa di jalan menuju RidhoNya dan berhasil mendapat jatah sebagai penghuni surgaNya.
Pos ini dipublikasikan di Caring, Dunia Hikmah. Tandai permalink.

2 Balasan ke Renungan Sore

  1. Maryam berkata:

    Assalamualaykum kak, salam kenal yah, aku adalah pembaca blog kak taqi. Mohon maaf boleh minta alamat emailnya kak? Terima kasih sebelumnya, jazaakillaahu al jannah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s