Ketika Hujan Menyapa Makkah

Ketika Hujan Menyapa Makkah

Hari ini aku hanya punya satu kuliah dari jam 10 pagi sampai 11.40. Selepas kuliah sebelum aku pergi ke ruang tunggu bus kedatangan dan kepulangan ke sakan, coba melongo sebentar ke halaman luar Jami’ah. Terlihat banyak sekali Mahasiswi berkumpul, duduk dan bercanda. Ada apa gerangan? Pertanyaan itu mengusikku, pandangan kuteruskan untuk melihat langit, ternyata panas yang sedianya menyengat dan membuat Mahasiswi enggan untuk memenuhi sahah. Halaman. Ternyata mendung yang sudah tampak menghiasi langit Makkah inilah yang mengundang mereka tumpah ruah memadati sahah kampus.

Subhanallahanalladzi yusabbihur ra’ad bihamdihi walmalaikatihi min khifatihi. Maha Suci Allah yang dengan Maha terpujiNya Guntur bertasbih dan MalaikatNya juga bertasbih karena takutnya kepada Allah!” Perlahan doa itu spontan terlantun setiap mata bersirobok dengan kilat dan sahutan Guntur.

Suasana seperti ini sering terlihat setiap kali hujan akan menyapa kami. Mungkin karena hujan menjadi pemandangan yang sangat langka dalam kehidupan masyarakat Arab.  Penyambutan yang tidak akan kita dapatkan pada masyarakat yang mungkin sudah sering mendapati hujan menjadi keseharian mereka. Penyambutan yang menggembirakan terlihat membinari wajah warga jami’ah setiap tanda hujan akan mengguyur mereka.

Puas melihat suasana halaman jami’ah, aku ajak kakiku mempercepat langkah, agar tidak ditinggal bus ke sakan jam 12. Alhamdulillah, walau terengah setelah abaya kupakai langkah kuteruskan memasuki bus abu sarhad dan mengambil posisi paling depan, disamping agar nanti akan dapat kesempatan masuk lift dan naik lantai empat tanpa terengah, juga untuk memanjakan mata melihat sambaran kilat dan sahutan Guntur, sehingga doa akan senantiasa dapat aku sadari untuk aku panjatkan. Bukankah setiap doa akan bernilai pahala, yang berarti akan bertambah tabungan bekalku menghadapNya, insyaAllah?

Sesampainya di sakan, langsung solat dan kembali mengembarai dunia maya. Terdengar samar samar riuh, tepuk tangan dan siulan melengking bersorak sorai. Sontak konsentrasiku buyar dan tergesa menghampiri sumber suara. Kegembiraan yang sama aku lihat di kampus terlihat membinari wajah teman-temanku di sakan di siang menjelang sore itu.  Mereka berlarian menuju sutuh. Ruang terbuka yang ada dilantai lima. Kegembiraan yang mengingatkanku pada sebuah kisah Nabi SAW bersama sahabat sahabat beliau setiap hujan turun. Melalui lisan Anas suasana itu kerasa hidup dalam benakku.

“Kami dikenai hujan dan bersama kami Rasulullah SAW, maka Rasulullah SAW membuka bajunya hingga hujan mengguyur tubuhnya, kamipun bertanya, mengapa engkau melakukan hal ini? Rasulullah kemudian berkata: Karena hujan adalah perjanjian baru dengan tuhannya.”

Setiap suasana itu hadir, menjadi ada alasan bagiku untuk ikut serta hadir bersama kegembiraan yang mengaliri kami bersamaan dengan turunnya hujan. Karena Rasulullah juga pernah mengatakan dalam sebuah haditsnya: bahwa dua hal yang tidak akan ditolak doa seseorang, yaitu waktu antara adzan dan iqomah serta saat hujan turun.  Mengingat hadits tersebut membuat kesadaran hadir bersama hati memanjatkan do’a. Allahumma soyyiban nafi’an. Ya Allah jadikanlah tetesan hujan ini bermanfaat untuk kehidupan kami. Itulah diantara doa yang disunnahkan untuk kita panjatkan saat hujan turun menghidupkan bumi, berharap juga dapat menghidupkan kegersangan hati yang mulai lelah dengan beban dunia. Hingga kesadaran bahwa hidup di dunia ini adalah ladang amal kembali tersegarkan dan menjadi bagian dalam denyut keseharian kita.

Iklan

Tentang TaQ

Hanya manusia biasa yang ingin terbiasa menjadi hamba Allah. Ingin terbiasa di jalan menuju RidhoNya dan berhasil mendapat jatah sebagai penghuni surgaNya.
Pos ini dipublikasikan di Caring. Tandai permalink.

2 Balasan ke Ketika Hujan Menyapa Makkah

  1. Farobi berkata:

    huuuh, betapa indahnya saat itu. .
    andai aku ada di sana dan menyaksikkan indahnya air hujan
    yang mengguyur makkah dg perlahan. . .

  2. Abrar berkata:

    Serasa ikut hadir disana…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s