Memastikan Keikhlasan Diri

Hidup adalah memberi dan mati pasti datang! Suara asing itu hanya ingin memastikan, saya baik-baik saja.

Memastikan Keikhlasan Diri

Sebuah kesimpulan yang saya kira cocok untuk menjadi bahan perenungan saya saat ini. Mempertanyakan keikhlasan bagi setiap amal yang saya lakukan untuk bekal kehidupan lain yang pasti tidak akan lama pasti datang menyapa. Meraba lebih intim lagi adakah keikhlasan itu benar-benar menjadi motivasi dari amal-amal saya?

Entahlah! Sejauh yang saya rasa sekarang, saya merasa nyaman dengan apapun yang saya jalani. Namun kemudian apakah cukup variabel nyaman menjadi satu-satunya parameter keikhlasan? Jangan-jangan itu hanya persepsi saya saja. Tentu saja rasa nyaman saja tidak cukup untuk memastikan tingkat keikhlasan saya.

Saya harus memastikan bahwa keikhlasan itu belum, sama sekali belum mendarahdaging dalam setiap jenak saya. Karena saya harus meyakini bahwa ikhlas itu sebuah proses yang harus selalu diupayakan sampai nafas kita meninggalkan raga.

Berbicara masalah keikhlasan, saya selalu diingatkan dengan film besutan om Dedy Mizwar “Kiamat Sudah Dekat” (KSD). Sebuah film yang dapat membuat teman-teman saya di sakan tidak pernah bosan untuk menonton, menonton dan menonton. Walau sampai sekarang mereka belum jua paham dengan bahasa Indonesia. Karena kebetulan saya tidak memiliki versi bahasa asingnya. Tentu saja saya harus selalu menjadi penerjemah mereka. Walau juga mereka sering kecewa, karena ternyata saya belum bisa secara baik menerjemahkan setiap dialog film itu ke dalam bahasa Arab. Namun begitu mereka suka dan sedikit demi sedikit paham juga alur cerita dan pesan-pesan yang termuat dalam film tersebut.

Walah kok jadi cerita teman-teman saya dengan KSD. Almuhim, film tersebut mengajarkan saya dan orang-orang yang menontonnya bagaimana ikhlas itu sedianya kita cariupayakan dan terapkan. Walau tentu saja tidak bisa kita katakan bahwa cukup menonton KSD untuk belajar ikhlas. Karena, selain sebagai proses pengupayaan yang berkelanjutan ikhlas juga bisa kita kenal dengan banyak sekali cara. Dan pesan yang termuat dalam KSD hanya salah satu dari sekian cara yang ada.

Dalam bahasa sederhana guru saya,  beliau mengartikan ikhlas: “Sebuah keadaan diri yang selalu waspada mengarahkan niat yang terbetik dari dirinya semata karenaNYA. Tidak karena SelainNYA.” Wallahua’lam.

Iklan

Tentang TaQ

Hanya manusia biasa yang ingin terbiasa menjadi hamba Allah. Ingin terbiasa di jalan menuju RidhoNya dan berhasil mendapat jatah sebagai penghuni surgaNya.
Pos ini dipublikasikan di Caring. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s