Arsip Bulanan: Februari 2011

Bingkisan dari Emak

“Hanya ini yang bisa Emak berikan untuk bekalmu, Nak!” Ucap Emak menyerahkan bingkisan dengan pita hijau menghias cantik. Buncah di dada mendorong butiran beningku mendesak sudut mataku mengeluarkannya.  Berhambur tubuh ringkihku meraih tubuh Emak. Erat sekali. “Do’a Emak akan selalu … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita | 4 Komentar

Semesta Berpendar

Aku membersamainya dalam keterasingan rimba kehidupannya. Tiada satu haripun kecuali aku bersamanya, baik ketika duduk, berdiri maupun berbaring. Aku selalu berada dalam dekapannya. Dengan lahap dia memanfaatkan detiknya bersamaku. Walau begitu tidak jarang kesepian menyergap dan membuatku tidak leluasa bergerak … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita, Dunia Pena | Meninggalkan komentar

Memastikan Keikhlasan Diri

Hidup adalah memberi dan mati pasti datang! Suara asing itu hanya ingin memastikan, saya baik-baik saja. Sebuah kesimpulan yang saya kira cocok untuk menjadi bahan perenungan saya saat ini. Mempertanyakan keikhlasan bagi setiap amal yang saya lakukan untuk bekal kehidupan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Caring | Meninggalkan komentar

Hadir dan Mengalir

    Hadir dan mengalir Begitulah air mengantar getar Mengaliri lembah lembah perawan Beraneka warna tumbuh menawan Hadir dan mengalir Getar ini tiada mampu mengucap kata Tiada mampu mengurai cerita Tiada mampu menyulam pinta Karena getar hadir untuk dirasa semata … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Syair | Meninggalkan komentar

Nasehat dari Sebuah Perjalanan

Belum terlintas dalam pikiran dan belum terbetik dari benak saya untuk menginjakkan kaki di negeri wahyu ini. Keinginan untuk belajar di UQU terus terang bukan kemauan saya, sepenuhnya adalah berkat upaya dan doa Ayah saya yang kekeuh mengharapkan anak-anaknya untuk … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Dunia Hikmah | 3 Komentar

Senyum Persahabatan

Awal musim dingin di Makkah menjadi kesempatan bagi virus influenza menyapa tubuh-tubuh dengan imunitas yang rendah. Termasuk tubuhku dengan imunitasnya yang selalu bertekuk lutut dihadapan virus-virus tidak berperikemanusiaan itu. Namun begitu semangatku untuk tetap bertahan mengumpulkan sedikit demi sedikit makna … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita, Dunia Pena | 2 Komentar

Saya Rindu Semangat Perindu

“At Ta’beer huwa al-mir ah lee ‘isyqi al-‘aasyeeq“. Menulis bagi seorang perindu adalah ruang mendefinisikan kerinduannya.  Kalimat yang ditulis besar dengan warna tinta biru, menghias dinding tepat di atas meja belajar Ameena. Kalimat yang menyemangati Ameena untuk selalu menjadi perindu … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Dunia Pena | Meninggalkan komentar